Contoh kedua dari kasus akuisisi adalah pembelian sebagian
besar saham Siemens oleh BenQ. Siemens merupakan sebuah produsen ponsel dari
jerman ini didirikan pada 12 Oktober 1847 oleh werner von siemens. Setelah
sempat menjadi penguasa pasar eropa, kemudian pada tahun 2005 Siemens mengalami
kerugian operasional sebesar US$ 170 juta, setelah pangsa pasarnya terus
mengalami penurunan. Saat ini, Siemens hanya menguasai sekitar 5% pasar ponsel
dunia, sangat jauh tertinggal dari Nokia yang menguasai 30% pasar. Kerugian
yang didapat tersebut kemudian memaksa Siemens menjual saham pada BenQ yang
kemudian BenQ akan menggunakan merek Siemens dalam produknya selama lima tahun
sebagai akibat dari perjanjian akuisisi tersebut. Perusahaan Taiwan tersebut
juga akan melakukan take over terhadap 6.000 pekerja namun hanya sebagai
karyawan kontrak. Kalangan analis pasar modal menilai, langkah Siemens untuk
mengalihkan unit ponselnya ke BenQ melalui akuisisi yang dilakukan BenQ adalah
yang terbaik daripada meningkatkan dana tunai untuk mempertahankan kestabilan
bisnis. Dalam penutupan perdagangan di Bursa Efek Frankfurt kemarin, saham
Siemens naik EUR 1.19 atau 1,94 persen menjadi EUR 62,40.
http://hayantiagustina.blogspot.co.id/2016/06/contoh-kasus-akuisisi-dan-merger.html
Rabu, 11 April 2018
Contoh kasus Konsolidasi pada bank Mandiri
Yang kita kenal sebagai
salah satu bank terbesar di Indonesia. Bank Mandiri berdiri pada tanggal
2 Oktober 1998 sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan
yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia. Pada bulan Juli 1999, empat
bank milik Pemerintah yaitu, Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank
Ekspor Impor Indonesia dan Bank Pembangunan Indonesia, melakukan
konsolidasi dan membentuk Bank baru dan berubah nama menjadi Bank
Mandiri.
Bank Dagang Negara merupakan salah satu Bank tertua di Indonesia. Sebelumnya Bank Dagang Negara dikenal sebagai Nederlandsch Indische Escompto Maatschappij yang didirikan di Batavia (Jakarta) pada tahun 1857. Pada tahun 1949 namanya berubah menjadi Escomptobank NV. Selanjutnya, pada tahun 1960 Escomptobank dinasionalisasi dan berubah nama menjadi Bank Dagang Negara, sebuah Bank pemerintah ynag membiayai sektor industri dan pertambangan.
Bank Bumi Daya didirikan melalui suatu proses panjang yang bermula dari nasionalisasi sebuah perusahaan Belanda De Nationale Handelsbank NV, menjadi Bank Umum Negara pada tahun 1959. Pada tahun 1964, Chartered Bank (sebelumnya adalah Bank milik Inggris) juga dinasionalisasi, dan Bank Umum Negara diberi hak untuk melanjutkan operasi Bank tersebut. Pada tahun 1965, bank umum negara digabungkan ke dalam Bank Negara Indonesia dan berganti nama menjadi Bank Negara Indonesia Unit IV beralih menjadi Bank Bumi Daya.
Sejarah Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim) berawal dari perusahaan dagang Belanda N.V.Nederlansche Handels Maatschappij yang didirikan pada tahun 1842 dan mengembangkan kegiatannya di sektor perbankan pada tahun 1870. Pemerintah Indonesia menasionalisasi perusahaan ini pada tahun 1960, dan selanjutnya pada tahun 1965 perusahan ini digabung dengan Bank Negara Indonesia menjadi Bank Negara Indonesia Unit II. Pada tahun 1968 Bank Negara Indonsia Unit II dipecah menjadi dua unit, salah satunya adalah Bank Negara Indonesia Unit II Divisi Expor – Impor, yang akhirnya menjadi BankExim, bank Pemerintah yang membiayai kegiatan ekspor dan impor.
Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) berawal dari Bank Industri Negara (BIN), sebuah Bank Industri yang didirikan pada tahun1951. Misi Bank Industri Negara adalah mendukung pengembangan sektor – sektor ekonomi tertentu, khususnya perkebunan, industri, dan pertambangan. Bapindo dibentuk sebagai bank milik negara pada tahun 1960 dan BIN kemudian digabung dengan Bank Bapindo. Pada tahun 1970, Bapindo ditugaskan untuk membantu pembangunan nasional melalui pembiayaan jangka menengah dan jangka panjang pada sektor manufaktur, transportasi dan pariwisata.
http://kusicerdas.blogspot.co.id/2013/05/contoh-kosolidasi-kali-ini-cah.html
Bank Dagang Negara merupakan salah satu Bank tertua di Indonesia. Sebelumnya Bank Dagang Negara dikenal sebagai Nederlandsch Indische Escompto Maatschappij yang didirikan di Batavia (Jakarta) pada tahun 1857. Pada tahun 1949 namanya berubah menjadi Escomptobank NV. Selanjutnya, pada tahun 1960 Escomptobank dinasionalisasi dan berubah nama menjadi Bank Dagang Negara, sebuah Bank pemerintah ynag membiayai sektor industri dan pertambangan.
Bank Bumi Daya didirikan melalui suatu proses panjang yang bermula dari nasionalisasi sebuah perusahaan Belanda De Nationale Handelsbank NV, menjadi Bank Umum Negara pada tahun 1959. Pada tahun 1964, Chartered Bank (sebelumnya adalah Bank milik Inggris) juga dinasionalisasi, dan Bank Umum Negara diberi hak untuk melanjutkan operasi Bank tersebut. Pada tahun 1965, bank umum negara digabungkan ke dalam Bank Negara Indonesia dan berganti nama menjadi Bank Negara Indonesia Unit IV beralih menjadi Bank Bumi Daya.
Sejarah Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim) berawal dari perusahaan dagang Belanda N.V.Nederlansche Handels Maatschappij yang didirikan pada tahun 1842 dan mengembangkan kegiatannya di sektor perbankan pada tahun 1870. Pemerintah Indonesia menasionalisasi perusahaan ini pada tahun 1960, dan selanjutnya pada tahun 1965 perusahan ini digabung dengan Bank Negara Indonesia menjadi Bank Negara Indonesia Unit II. Pada tahun 1968 Bank Negara Indonsia Unit II dipecah menjadi dua unit, salah satunya adalah Bank Negara Indonesia Unit II Divisi Expor – Impor, yang akhirnya menjadi BankExim, bank Pemerintah yang membiayai kegiatan ekspor dan impor.
Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) berawal dari Bank Industri Negara (BIN), sebuah Bank Industri yang didirikan pada tahun1951. Misi Bank Industri Negara adalah mendukung pengembangan sektor – sektor ekonomi tertentu, khususnya perkebunan, industri, dan pertambangan. Bapindo dibentuk sebagai bank milik negara pada tahun 1960 dan BIN kemudian digabung dengan Bank Bapindo. Pada tahun 1970, Bapindo ditugaskan untuk membantu pembangunan nasional melalui pembiayaan jangka menengah dan jangka panjang pada sektor manufaktur, transportasi dan pariwisata.
http://kusicerdas.blogspot.co.id/2013/05/contoh-kosolidasi-kali-ini-cah.html
Merger bank Niaga dan bank Lippo
Merger Niaga Dan
Lippo merupakan dampak dari diterapkannya aturan kepemilikan tunggal (single
presence policy / SPP ) yang ditetapkan Bank Indonesia. Ketentuan SPP
mewajibkan kepemilikan tunggal bagi pemegang saham pengendali dilebih dari satu
Bank. Oleh karena itu, Khazanah Berhad asal Malaysia selaku pemilik saham Bank
CIMB Niaga dan Lippo Bank memutuskan untuk merger.
Selain itu jika
merger terlaksana, struktur permodalan akan semakin kokoh dengan asumsi Niaga
memiliki ekiuditas sebesar Rp 5 triliun dan Lippo sebesar Rp 3,6 triliun, maka
merger akan memiliki modal Rp 8,7 triliun. Dengan modal sebesar itu, akan
memberikan kredit tanpa harus khawatir terbentuk BMPK ( batas maksimium
pemberian kredit ).
Disamping itu,
bank hasil merger juga akan lebih cepat memenuhi syarat Arsitektur Perbankan
Indonesia (API) untuk menjadi bank berskala nasional yang mensyaratkan modal
minimal sebesar 10 triliun. Merger itu juga akan melahirkan sinergi positif.
Lippo yang dikenal cukup kuat diusaha kecil menengah (UKM) dan system
pembayaran (Payment back), diyakini akan bias menopang bisnis Niaga sebagai
pemain kuat disegmen korporat dan kredit perumahan. Kondisi yang ada adalah
penetrasi kredit Lippo masih amat rendah. Itu terbukti dari Loan to deposit
ratio (LDR) yang hanya sekitar 50,7 %. Sedangkan di Niaga sekitar 95 % dana
masyarakat mengalir dalam bentuk kredit.
Proses merger
melibatkan dua institusi perbankan terkemuka di Indonesia yaitu Bank CIMB Niaga
(selanjutnya disebut Bank Niaga) dan Bank Lippo, menjadi Bank CIMB Niaga.
Merger ini berawal dari kebijakan BI mengenai kepemilikan tunggal di Indonesia,
dimana pemegang saham mayoritas dari Bank Niaga maupun Bank Lippo memilih
merger sebagai opsi terbaik demi kepentingan seluruh stakeholder. Merger ini
membentuk bank keenam terbesar di Indonesia berdasarkan aset. Perpaduan
keunggulan kedua bank menciptakan sebuah bank yang lebih baik dan bersaing
serta tumbuh di tengah makin ketatnya persaingan sektor perbankan Indonesia.
Bagi CIMB Group, merger ini akan memperkokoh posisi dan meningkatkan prospek
pertumbuhannya sebagai kelompok bisnis terkemuka di Asia Tenggara. Selama tahap
perencanaan merger, terjadi beberapa peristiwa penting di sektor industri
keuangan di Indonesia.
Sekalipun
demikian, Bank CIMB Niaga tetap memiliki pijakan kokoh untuk menjadi sebuah
bank terpercaya yang diperhitungkan di sektor perbankan Indonesia yang sangat
kompetitif. Tantangan saat ini adalah bagaimana kami dapat melakukan integrasi
operasional kedua bank untuk menggalang potensi sinergi di antara Bank Niaga,
Bank Lippo dan CIMB Group. Kami telah bertekad untuk mewujudkan Bank CIMB Niaga
sebagai bank universal di Indonesia.
Dimana jenis
penggabungan yang dilakukan CIMB Niaga dengan Lippo adalah Merger Statutori,
dimana entitas Bank CIMB Niaga dipertahankan karena memiliki asset lebih besar,
sedangkan nama Lippo Bank masuk kotak sejarah “penggabungan itu akan menguatkan
posisi CIMB Niaga dalam persaingan industry keuangan di Indonesia, “ujar Group
chief executive CIMB Group , Dato’ Nazir Razak.
http://mergerbank.blogspot.co.id/2016/03/merger-bank-niaga-dan-bank-lippo.html
Minggu, 18 Maret 2018
Aplikasi Perbankan Mega Mobile
Mega Mobile adalah layanan perbankan electronic yang disediakan bagi Nasabah untuk mengakses rekeningnya dan melakukan transaksi perbankan non tunai dengan mengirimkan instruksi transaksi melalui telepon seluler/handphone.
Manfaat penggunaan Mega Mobile
- Transaksi perbankan menjadi lebih praktis dan mudah kapan saja dan di mana saja serta dapat diakses 24 jam.
- Transfer online ke bank lain yang tergabung ke jaringan Prima dan ATM Bersama
- Khusus smartphone (Blackberry, Andorid atau Iphone) tersedia dalam bentuk aplikasi menu yang dilengkapi dengan fasilitas untuk menyimpan daftar transfer, daftar pembayaran atau daftar isi ulang pulsa
- Mempunyai dua koneksi yaitu: SMS dan GPRS
- Menyediakan format bukti transaksi yang dapat diterima melalui email, jika nasabah menggunakan koneksi GPRS
https://www.bankmega.com/e-banking.php
Langganan:
Komentar (Atom)
