Contoh kedua dari kasus akuisisi adalah pembelian sebagian
besar saham Siemens oleh BenQ. Siemens merupakan sebuah produsen ponsel dari
jerman ini didirikan pada 12 Oktober 1847 oleh werner von siemens. Setelah
sempat menjadi penguasa pasar eropa, kemudian pada tahun 2005 Siemens mengalami
kerugian operasional sebesar US$ 170 juta, setelah pangsa pasarnya terus
mengalami penurunan. Saat ini, Siemens hanya menguasai sekitar 5% pasar ponsel
dunia, sangat jauh tertinggal dari Nokia yang menguasai 30% pasar. Kerugian
yang didapat tersebut kemudian memaksa Siemens menjual saham pada BenQ yang
kemudian BenQ akan menggunakan merek Siemens dalam produknya selama lima tahun
sebagai akibat dari perjanjian akuisisi tersebut. Perusahaan Taiwan tersebut
juga akan melakukan take over terhadap 6.000 pekerja namun hanya sebagai
karyawan kontrak. Kalangan analis pasar modal menilai, langkah Siemens untuk
mengalihkan unit ponselnya ke BenQ melalui akuisisi yang dilakukan BenQ adalah
yang terbaik daripada meningkatkan dana tunai untuk mempertahankan kestabilan
bisnis. Dalam penutupan perdagangan di Bursa Efek Frankfurt kemarin, saham
Siemens naik EUR 1.19 atau 1,94 persen menjadi EUR 62,40.
http://hayantiagustina.blogspot.co.id/2016/06/contoh-kasus-akuisisi-dan-merger.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar